Ramadan Bulan Berbagi

Ilustr
Ilustrasi berbagi (sumber foto: sayangianak.com)

Oleh: Abdul Rauf, Lc (Pengurus IKADI Sulsel)

Bulan Ramadhan adalah bulan sedekah, bulan berbagi rezeki bagi golongan yang mampu kepada yang kurang mampu. Ramadhan adalah kesempatan meraih syurga melalui ibadah harta. Nabi SAW memanfaatkan bulan suci ini dengan banyak berbagi, banyak menolong sesama.
Diriwayatkan dalam hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Artinya: Rasulullah saw. adalah orang yang paling dermawan dalam hal kebaikan. Beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadan. Sesungguhnya malaikat Jibril as. bertemu dengan beliau setiap tahun pada bulan Ramadan sampai selesai. Rasulullah saw membaca Alquran di hadapannya. Saat Rasulullah saw. bertemu dengan malaikat Jibril, maka beliau adalah orang yang paling dermawan dalam hal kebaikan melebihi angin yang berhembus. (HR. Muslim)

Dan menurut hadis lain, Ibnu Abbas ra berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ، إِذَا حَضَرَ شَهْرُ رَمَضَانَ أَطْلَقَ كُلَّ أَسِيرٍ ، وَأَعْطَى كُلَّ سَائِلٍ
Artinya: Rasululah SAW jika masuk bulan Ramadhan membebaskan setiap tawanan dan member setiap orang yang meminta (HR. Al Baihaqi)
Menurut Syekh Abdullah Al Jarullah, dari kedermawanan Rasulullah saw di Bulan Ramadhan, kita dapat mengambil banyak pengajaran di antaranya:
1. Rasulullah mengajarkan bahwa Ramadhan adalah kesempatan berharga untuk melipatgandakan kebaikan.
2. Bulan Ramadhan adalah saat dimana Allah berderma kepada hamba-Nya dengan rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka terutama pada Lailatul Qadar. Allah SWT melimpahkan kasih-Nya kepada para hamba-Nya yang bersifat kasih, maka barang siapa berderma kepada hamba-hamba Allah niscaya Allah Maha Pemurah kepadanya dengan anugrah dan kebaikan. Balasan itu adalah yang sejenis dengan perbuatan.
3. Puasa dan sedekah bila dikerjakan bersama-sama termasuk sebab masuk surga. Dinyatakan dalam hadis Ali ra bahwa Nabi saw bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ لَغُرَفًا يُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا)، فَقَامَ إِلَيْهِ أَعْرَابِيٌّ، فَقَالَ: لِمَنْ هِيَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ؟ قَالَ: (هِيَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ، وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ، وَأَدَامَ الصِّيَامَ، وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
Artinya: “Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar”. Maka berdirilah kepada beliau seorang Arab Badui seraya berkata: “Untuk siapakah ruangan-ruangan itu ya Rasulullah? Jawab beliau: “Untuk siapa saja yang berkata baik, memberi makan, selalu berpuasa dan shalat malam ketika orang-orang dalam keadaan tertidur.” (HR. Tirmidzi)
Semua kriteria ini terdapat dalam Bulan Ramadhan. Terkumpul pada diri orang-orang mukmin pada bulan ini; puasa, shalat malam, sedekah dan perkataan baik, sedangkan shalat, puasa dan sedekah dapat mengantarkan pelakunya kepada surga Allah SWT.
Kedermawanan pada hakikatnya adalah sifat murah hati dan banyak memberi, berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Allah SWT juga bersifat Maha Pemurah dan kepemurahan-Nya berlipat ganda pada waktu-waktu tertentu seperti pada bulan puasa. Demikian pula Rasulullah SAW menjadi amat pemurah pada saat berpuasa. Kedermawanan beliau pada bulan Ramadhan berlipat ganda dibanding bulan-bulan yang lainnya, sebagaiman sifat kepemurahan Tuhannya berlipat ganda pada bulan ini. Sebagai hamba Allah dan pengikut Rasul-Nya, tentu sifat kedermawanan kita, keinginan untuk berbagi harus pula melekat pada setiap kita. Karena dengan berbagi kita lebih mudah meraih taqwa.

Komentar Anda ?

Leave a Reply