Rupiah Anjlok, KAMMI Makassar Minta Presiden Pecat Tim Ekonomi Pemerintah

 

Sulselku.com – Aksi unjukrasa kembali digelar oleh organisasi mahasiswa gabungan dari berbagai kampus di Kota Makassar, pada Jum’at (13/9/2018).

Aksi ini dalam rangka menyikapi rupiah yang kian hari makin anjlok terhadap dollar Amerika Serikat.

Ratusan massa tersebut berasal dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Makassar, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Makassar Timur, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Gowa. Unjukrasa tersebut digelar di bawah kolong flyover.

Aksi parlemen jalanan ini dipicu oleh keprihatinan atas beberapa persoalan perekonomian yang mencuat pada beberapa minggu terakhir, terutama terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

“Hal ini tentunya akan menimbulkan banyak problematika. Meningkatnya harga barang pokok sehingga menyebabkan turunnya daya beli masyarakat, melemahnya daya saing produk Indonesia baik domestik maupun ekspor,” ungkap Rusli S Syahputra selaku ketua umum KAMMI Makassar kepada wartawan Sulselku.com.

Selain itu, Rusli juga mengatakan dalam aksi demonstransi yang dilakukan,
mahasiswa akan memberikan sejumlah tuntutan.

Pertama, mengurangi impor barang-barang luar Negeri dan menggalang masyarakat untuk membeli produk dalam Negeri.

Kedua, mendesak Presiden untuk memecat tim ekonomi pemerintah.

Ketiga, menjamin stabilitas bahan pokok bagi masyarakat.

Keempat, Kalau tidak mampu, diminta untuk meletakkan jabatan.

Tuntutan terakhir, mendesak pemerintah untuk segera memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.

“Semua ini merupakan amanat Pancasila dan konstitusi Negara, pemerintah wajib melindungi segenab bangsa dan tumpah darah Indonesia. Pemerintah harus menjalankan perekonomian nasional dengan cara kekeluargaan dan untuk kemakmuran rakyat sebagaimana telah dijelaskan dalam UUD 1945 Pasal 33,” tutup Rusli.

Diketahui aksi unjukrasa dimulai dari jam 13.00 dan berakhir sampai 18.00 Wita.

Massa berunjuk rasa dengan menyampaikan orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara sambil membakar ban.

Reporter : Nasmi Syamsuddin

Komentar Anda ?

Leave a Reply