Selain Rokok, Ini Lima Penyebab Kanker Paru

 

Sulselku – Rokok seringkali dipersepsikan sebagai penyebab utama kanker paru-paru, namun diketahui bahwa banyak orang yang tidak merokok baik sebagai perkokok aktif ataupun perkokok pasif namun didiagnosa kanker paru-paru.

Ternyata selain rokok, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kanker paru-paru dan semuanya berpeluang untuk menjadi sebab penyakit mematikan itu.

 

1. Riwayat keluarga

Salah satu penyebab utama kanker paru adalah bila ada anggota keluarga yang pernah mengidap kanker paru, hal itu menyebabkan peluang terhadap anggota keluarga lain untuk terkena penyakit serupa. Namun, hal ini bisa diimbangi dengan menghindari faktor risiko lain sehingga memperkecil kemungkinan untuk terkena kanker paru.

2. Paparan zat kimia

Beberapa jenis pekerjaan yang berkaitan dengan zat kimia punya risiko terkena kanker paru. Terdapat beberapa jenis zat kimia yang bersifat karsinogenik antara lain, radon, asbes, arsenik, senyawa nikel, produk batubara, limbah diesel serta eter chloromethyl.

3. Paparan benzopyrene

Menurut data WHO, Asia Tenggara menempati posisi kedua sebagai wilayah penyumbang polusi udara di dunia. Sekitar satu dari 100 kematian karena kanker paru diakibatkan oleh tingkat polusi yang tinggi.

Benzopyrene rupanya bisa ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Benzopyrene ialah sisa hasil pembakaran. Zat berbahaya ini masuk dalam daftar polutan yang diterbitkan oleh Environmental Protection Agency di Amerika Serikat.

Benzopyrene bersifat karsinogenik. Salah satu media yang bisa menghantar zat ini ialah udara. Benzopyrene dapat ditemukan pada asap rokok, asap kendaraan atau asap dari pembakaran hutan.

4. Riwayat penyakit paru

Kanker paru bisa menyerang seseorang yang pernah mengidap penyakit paru kronis. Penyakit paru kronis yang dimaksud antara lain, TBC, bronkitis kronis, dan Penyakit paru Obstruktif kronik (PPOK). Penyakit paru mampu menyebabkan peradangan dan jaringan parut di paru sehingga memicu kanker.

Selain penyakit paru, orang yang pernah menjalani radiasi ke bagian dada untuk pengobatan jenis kanker lain, bisa memicu timbulnya kanker paru. Risiko terkena kanker paru lebih besar jika orang tersebut adalah perokok aktif.

5. Pola makan tidak seimbang

Sebenarnya tubuh punya mekanisme untuk memperbaiki sel yang rusak akibat paparan zat kimia atau polusi. Namun, tubuh tak mampu terus-terusan memperbaiki diri jika paparan terus terjadi apalagi tak diimbangi dengan asupan gizi seimbang. Oleh karenanya, diperlukan pola makan tepat agar asupan gizi bisa memenuhi kebutuhan tubuh.

 

 

Komentar Anda ?

Leave a Reply