Unggah Video Ini, Instagram Das’ad Diserbu 10 Ribu Komentar Netizen

Sulselku – Instagram Da’sad Latif menjadi bulan-bulanan netizen, salah satu postingannya menyita perhatian publik, bukan hanya netizen asal Sulawesi Selatan namun se-Indonesia. Video yang diunggah oleh Das’ad Latif pada 30 Juli tersebut sudah ditonton sebanyak 126.679 kali sampai berita ini dipublish dan mendapat komentar sebanyak 10.436. Parahnya, komentar sebanyak itu banyak dipenuhi oleh cacian terhadap sikap da’i kondang ini.

Sebenarnya apa isi video yang diunggah Das’ad Latif?

Dalam video yang berdurasi 59 detik itu Das’ad Latif bersama Komunitas Jaga Moral Makassar menemui pihak Mall Pipo dan Restoran Chris untuk menyampaikan keresahannya terkait restoran Chirs yang menjual makanan berbahan babi di ruang publik.

“Akhir-akhir ini masyarakat kota Makassar dan Sulawesi Selatan dihebohkan dengan adanya penjualan daging babi secara terang-terangan di publik space, hal ini tidak menjadi kelaziman di Kota Makassar,” kata Das’ad dalam video tersebut. Nampak  beberapa tokoh Mendampingi Das’ad Latif, diantaranya Ikhwan Abdul Jalil dari Wahdah Islamiyah. Pihak Komunitas Jaga Moral Makassar meminta agar restoran tersebut tidak beroperasi alias ditutup.

“Alhamdulillah akhirnya warung yang menjual masakan (maaf) babi di Mall Pipo sudah ditutup. Terima kasih kepada Manajemen PIPO dan semua pihak yang sudah melakukan upaya “sipakainga” sehingga warung ini bisa tutup,” tulis Das’ad dalam caption videonya.

Lalu ramai-ramai netizen berkomentar di lapak Das’ad Latif, ada yang pro adapula yang kontra. Banyak yang menilai langkah Das’ad Latif dan kawan-kawannya tidak mencerminkan sikap toleran dan dianggap menutup pintu rezeki orang lain.

Netizen yang kontra menganggap bahwa daging babi jelas haramnya tidak mungkin seorang muslim ingin makan di   tempat tersebut, jadi tidak perlu ditutup. Sedangkan pihak yang pro mengatakan bahwa bukan hanya persoalan dagingnya, namun bau dari masakan tersebut juga bisa tercium dimana-mana.

“Kecewa saya liat anda yang ternyata intoleran menutup pintu rejeki orang lain,” tulis Tiankids.

“Alhamdulillah bersyukur saya cukup mengerti untuk bisa membedakan mana makanan halal dan tidak, mana yang bisa saya makan dan mana yang tidak tanpa merugikan orang lain,” tulis Ardhiza.

Akun Phinisipoint juga turut berkomentar pada laman tersebut. “Terima kasih atas komentar teman-teman semua. Saat ini, kami dari managemen sangat konsen dan serius memperhatikan kejadian ini.  Apapun tanggapan dari masyarakat baik pro dan kontra sangat kita hargai. Mari berdamai, jangan saling menghakimi. Karena negara kita adalah Bhineka Tunggal Ika #ayokephinisipoit sahabat,” tulis akun Phinisipoint.

Nah bagi sahabat yang ingin melihat video tersebut dan baca komentarnya silahkan kunjungi instagram Das’ad Latif (dasadlatif212), pastikan hati anda kuat membaca komentar dan jangan ikut-ikut mencaci, pro dan kontra itu soal biasa tapi kedepankan akhlak dalam berkomentar. (MN)

Komentar Anda ?

Leave a Reply